ManChester United Juara 2007/2008

Mungkin banyak diantara teman-teman tidak setuju dengan prediksi saya ini, mungkin pula ada yang mengatakan bahwa prediksi seperti ini terlalu dini, Premier League masih panjang dan masih banyak pertandingan bagi semua calon juara. Fakta bahwa sekarang pun Manchester United masih berada pada posisi ke-2 dibawah Arsenal dengan beda 3 poin, tapi perlu diingat bahwa masih panjangnya kompetisi justru semakin besar peluang Manchester United untuk menjuarai Premier League 2007/2008.

Peforma Manchester United memang sempat tertahan ketika mereka dikalahkan back-to-back oleh musuh satu kotanya Manchester City, Eriksonn sukses mengakali Ferguson dalam pertarungan Derby satu kota tersebut. Eriksonn sempat mengungkapkan pada pers mengenai formulanya mengatasi Manchester United, dia bilang bahwa caranya adalah gampang-gampang susah. Matikan motor serangan MU Cristiano Ronaldo, bila timnya sukses “memegang buntut” Ronaldo maka MU dapat ditaklukan. Pendapat itu tidak seluruhnya benar, kesalahan Ferguson dalam pertandingan itu adalah telat beradaptasi dengan strategi Eriksonn yang benar-benar sukses meredam Ronaldo dengan gelandang veterannya Hamann, sementara teman-teman di lini tengah Ronaldo bermain tidak efektif, Scholes dan Anderson sama sekali tidak membantu Ronaldo dalam membongkar “tempurung” City. Baru pada babak kedua Ferguson mulai mengganti taktik dengan memasukan Park Ji Sung dan disusul kemudian Hargreaves dan Carrick, MU langsung menguasai lini tengah dan merebut satu gol lagi melalui tembakan Carrick. Tapi semuanya sudah terlambat MU kalah dari Manchester City.

Kekalahan Derby menyakitkan dari City tersebut bukannya menurunkan peforma MU, tapi malah membuat mereka semakin kesetanan. Puncaknya ketika mereka menghancurkan Newcastle United 1-5 dikandang lawan, dari situlah saya sadar bahwa Manchester United adalah calon juara Premier League 2007/2008 yang paling siap dan layak secara mental dan fisik. Saya sebutkan mental dan fisik karena pemainnya memang terbukti tahan banting dan para pemain yang sebelumnya tidak dapat bermain kini dapat merumput lagi seperti Park Ji Sung dan Louis Saha. Pemain terakhir merupakan faktor penting dari kebangkitan MU, karena waktu dikalahkan City ,Rooney tidak dapat bermain, Tevez seperti bekerja sendirian. Apabila Saha bukan saja fit secara fisik tapi juga sedang on-fire, maka niscaya Manchester United akan sangat sulit dikalahkan.Kualitas pemain utama Manchester United dengan para penggantinya sama saja, setidaknya dari sektor tengah sampai depan. Kualitas Nani, Park Ji Sung, O’shea, Anderson dan Scholes hampir tidak ada bedanya ketika Ferguson menurunkan Ronaldo, Giggs, Carrick dan Hargraeves. Ferguson dapat merotasi pemain dan mengadaptasikan strategi MU dengan lawannya kala pertandingan berlangsung.

Bagaimana peluang pimpinan klasemen Premier League sekarang Arsenal, apabila Wenger sukses mengintegrasikan strateginya ditengah badai cidera yang menghantam para punggawa the Gunners maka Arsenal masih punya peluang. Tapi tampaknya akan sangat sulit, Cidera mengerikan penyerang subur Eduardo ketika menghadapi Birmingham akan meninggalkan luka yang dalam. Apalagi ketika mereka tidak dapat memenangkan partai tersebut ketika timnya sudah unggul jumlah pemain karena kartu merah yang diterima Taylor akibat tackling “kejam”nya, bukan saja unggul jumlah pemain tapi mereka sudah unggul 1-2 dari tim lawan. Lihatlah reaksi sang kapten Gallas ketika tim lawan mendapatkan hadiah penalti untuk menyamakan kedudukan, itu bukan sikap seorang pemimpin dilapangan, sikap putus asa yang ditunjukannya sangat merendahkan moral para pemain Arsenal.

Cideranya Edu membuat Wenger tidak punya pilihan lain selain memasukan Bendtner, terbukti bahwa Adebayour sebagai penyerang tersubur Arsenal tidak dapat bekerja sama dengan Bendtner. Selama sisa pertandingan melawan Birmingham mereka sama sekali tidak saling mengoper, apakah itu yang dinamakan partnership?. Karena tidak dapat memasukan gol sebagai the Killing blow untuk Birmingham itulah kenapa Arsenal harus menelan kenyataan pahit bahwa pertandingan berakhir draw 2-2. Adebayour dan Bendtner masih belum bisa damai setelah perkelahian menghebohkan itu, keduanya tidak bisa disebut sebagai pasangan penyerang ideal.

 

Bagaimana dengan klub London lainnya Chelsea, penghuni sementara peringkat ketiga Premier League ini masih bisa menebar ancaman bagi Arsenal maupun Manchester United. Tapi tampaknya fokus mereka di Premier League sedikit terpecah, satu mata Avram masih terfokus ke Champion League. Tropi yang hilang dan sangat didambakan sang Kaisar Abromovich ketika dia mengambil alih tim London tersebut. Tugas berat dipundak Avram karena tampaknya targetnya adalah Champion pertama, baru kedua adalah posisi di Premier League, Chelsea mempunyai resiko tidak akan mendapatkan piala apa-apa musim ini apabila targetnya di liga Champion jeblok.Salah satu tim yang digadang-gadang akan menjadi pesaing terberat di awal musim untuk memperebutkan titel Premier League Champion adalah Liverpool, tapi lihatlah posisi sekarang di Premier League. Tampaknya Liverpool harus lebih berkonsentrasi merebut posisi ke-4 klasemen dari tim satu kotanya Everton, posisi ke-4 klasemen adalah pilihan realistis bagi pasukan Rafa Benitez ketimbang berjibaku memperebutkan titel juara Premier League, sambil berharap prestasi mereka di liga Champion akan kembali bergaung dan mempertahankan peluang masuk liga Champion musim depan apabila mereka tidak berhasil merebut kembali tropi tersebut musim ini.    

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s